Kamis, 26 Mei 2011

Untuk Cowok Yang Memperlakukan Kita (Cewek) Bak Mesin ATM

Apabila selama ini kita selalu dibuatnya mengeluarkan uang, sekarang giliran dia—setidaknya, bayar makanannya sendiri. Coba ajak dia dinner ke sebuah restoran mahal yang sudah jadi langgananmu.
Sesampainya di restoran, melengganglah seperti biasa bersamanya. Nikmati ekspresi senang si dia karena berpikir akan menikmati makan malam di restoran mahal—dibayarin pula. Sesaat setelah pelayan mencatat pesanan, undurlah diri sebentar, izin ke toilet. Setelah itu, diam-diam hampiri pelayan yang mencatat menu tadi. Titip pecan padanya, “Mbak, untuk meja saya tadi, tolong, ya, bill-nya nanti dipisah.” Beritahu pesanan kamu apa aja, dan selebihnya adalah pesanan si dia.

Selanjutnya, nikmati saja makan malammu. Buat dia enjoy seperti biasanya. Setelah semua makanan dan minuman habis, panggil pelayan kembali untuk minta bill. Dan drama dimulai…. Pelayan tiba di meja kalian lalu berkata, “Mas, Mbak, ini bill-nya,” dengan seulas senyum, sembari menyerahkan buku bill, tidak hanya ke kamu, tapi juga ke dia.
Dia pasti akan bingung. Tapi, dengan santainya, kamu hanya membaca jumlah pengeluaran makan kamu, lalu mengeluarkan uang, “Seratus lima ribu, ya, Mbak. lni. Terima kasih.” Pembayaranmu selesai dilakukan.
Tinggallah dia yang kebingungan. “Em… umm… kok, ini dipisah gini?” tanyanya bingung. “Loh, kenapa? Tinggal dibayar aja, kan?” jawabmu tenang dan santai. Kembangkan senyum, nikmati kebingungan dan kecemasannya. Kalau dia bawa uang, pasti dia akan membayarnya—plus perasaan kesal. Tapi kalau pas apes—dia cuma bawa uang dikit—nggak usah nungguin dia lama-lama. Pura-pura segera lihat jam tangan, seolah-olah kamu harus segera pergi karena ada kegiatan penting. “Aku harus pulang, nih. Aku belum buat tugas buat besok. Aku duluan, yah, kamu sih kelamaan bayarnya,” ucapmu, lalu segeralah pergi tanpa harus memedulikan kecemasan atau rengekannya untuk dibayarin.
Siapa yang nggak bete diperlakukan kayak gitu? Pasti keesokan harinya dia akan mencarimu untuk minta penjelasan. Apa perlu penjelasan lagi? Nggak perlu. Langsung aja, to the point. “Aku capek aja selama ini cuma jadi mesin ATM. Dan aku nggak bisa jadi mesin ATM kamu lagi.”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar